Awalnya pagi ini saya berniat untuk mengerjakan review teori komunikasi 2 chapter yang akan dikumpulkan tanggal 19 november nanti. Kenapa saya mengerjakannya sekarang? Karena eh karena mulai tanggal 15 saya akan sibuk dengan kegiatan kampus sampai tanggal 16 sore, dan tanggal 17-18 saya ada acara makrab dengan teman-teman satu prodi. Dan tanggal 19 itu saya harus mempresentasikan teori penetrasi sosial. Dan mulai tanggal 1 november, UTS sudah dimulai. Jadi intinya itu review teori komunikasi harus segera selesai kalau saya tidak mau keteteran mengerjakannya.
Tapi seperti kebiasaan saya, saya selalu mengerjakan tugas dengan jendela browser yang juga terbuka. Biasalah, saya orangnya cepat bosan dan biasanya kalau sudah mabok sama tugas yang saya kerjakan, saya balik ke jendela browser. Like I'm doing right now hehehe.
Saya blogwalking ke beberapa blog dan menemukan sebuah post yang isinya resolusi dia di usia 20 tahun beserta keterangan apakah resolusi itu sudah tercapai apa belum. Seketika satu pertanyaan muncul di kepala saya, apakah saya pernah membuat resolusi seperti ini dan kemudian mewujudkannya?
Tiba-tiba saya galau. Saya merasa seperti manusia yang tidak memiliki tujuan *nangis*
Mungkin saya memiliki beberapa impian dan tujuan yang akan saya capai selama saya hidup, tapi entah kenapa saya tidak terlalu menfokuskan diri kesana. Saya lebih fokus pada apa yang akan saya lakukan hari ini. Ya, saya bukan tipikal visioner yang sudah merancang masa depan dengan baik. Tapi bukan berarti saya tidak memiliki tujuan dalam hidup. Hanya saja, bodohnya, saya tidak fokus pada itu. Maafkan aku, diriku :(
Oke. Saya akan menuliskan tujuan hidup saya disini. Saya jadikan ini sebagai pengingat bahwa saya punya tujuan yang harus saya kejar. Untuk sepuluh tahun ke depan, saya ingin:
27.10.12
23.10.12
Terjebak di Masa Lalu
Jadi beberapa waktu yang lalu saya beli tabloid Nova (ya walaupun saya masih kuliah semester 3, saya suka tabloid Nova yang notabene tabloid emak-emak. Eh tapi jangan salah, isinya menarik kok!). Di tabloid itu ada rubrik namanya konsultasi grafologi. Ini adalah salah satu rubrik favorit saya. Di rubrik ini biasanya orang pada ngirim surat yang ditulis pakai tulisan tangan untuk dianalisis sama pengasuh rubriknya. Lumayan sih jadi bisa menilai orang lewat tulisannya karena suka baca rubrik ini :))
Nah, di Nova 2 minggu yang lalu, saya membaca bahwa ada keterkaitan antara jarak kata pertama ke pinggir kertas dengan kecenderungan seseorang untuk terjebak di masa lalu. Kira-kira kaya begitu deh. Intinya, kalau orang mulai menulisnya itu dempet sama pinggiran kertas sebelah kiri, orang ini banyak mengingat masa lalunya dan biasanya ia ingat akan detil kejadian yang pernah ia alami di masa lalu. Kalau jaraknya ga mepet, kebalikannya. Nah, intinya kalau orang mulai menulisnya itu dempet sama pinggir kertas, orangnya tuh susah move-on.
Subscribe to:
Posts (Atom)