16.6.14

Sampah Dini Hari: Sudah Siap Nikah Belum?

Jadi ceritanya malam ini gue lagi suntuk banget ngerjain press release yang bakal dikumpulin Rabu besok sebagai komponen ujian mata kuliah Perencanaan Komunikasi Stratejik. Di telinga gue mengalun merdu lagu-lagu ballad punya EXO. Kenapa ballad? Karena ini sudah malam. Kalo playlist gue isi dengan track kayak Wolf, Let Out The Beast, Two Moons, yang ada badan gue kumat jiwa ulat bulunya--uget-uget alias goyang-goyang gak jelas. Jadi mendingan malam-malam gini kalem aja, masukin track alus aja kayak Moonlight, Baby Don't Cry, What is Love, Angel, Don't Go, dan Growl *tetep masuk* *lagu favorit sepanjang masa* INI KENAPA NGOMONGIN LAGU-LAGUNYA EXO HAHAHA

Karena lagi bosen, gue iseng nangkepin nyamuk yang jam segini mulai keliaran di kamar, meski sudah nyalain obat nyamuk elektrik yang mat-nya gue ganti tiap 3 jam. Trus bengong-bengong gak jelas sambil mainin kacamata, dan akhirnya kepala gue nemu satu ide yang bikin "ah seru nih kalau nyampahin ini ide di blog."

Semalem ngobrol sama Ibu di telpon, dan ngomongin soal adek gue yang tahun depan lulus SMP, gue yang (insya Allah) tahun depan menyandang gelar S1, dan seterusnya. Gue pun menyadari satu hal, "Ya Allah gue udah besar...". Time flies so incredibly fast, perasaan baru kemaren gue nangis ninggalin rumah karena harus kuliah di luar kota, dan sebentar lagi gue akan selesain pendidikan gue. Trus kerja atau lanjut ambil master di luar negeri (aduh pengen banget ambil master jurusan art, entah itu musik akting atau dancing, tapi kan gak nyambung sama S1 gue HAHAHAHA), trus..........nikah.

Umur gue sekarang 21 dan target gue untuk menikah adalah usia 25 dan paling telat 27. Kenapa gue memilih usia itu, ya karena menurut gue disitu adalah waktu dimana usia kita matang secara fisik dan mental untuk menikah. Udah dewasa, udah siap ngurus rumah tangga dan membangun hidup dengan pasangan. 

Meski punya target, tapi gue adalah tipikal oportunis yang "kalo emang sebelum umur segitu udah dapat jodoh dan udah siap, ya kenapa enggak?". Teman sepermainan gue juga memprediksi "di antara kita berenam, kayaknya lo deh Fau yang bakal paling pertama nikah." Hahaha gue juga nggak ngerti. Apa karena image 'mama' udah nempel banget di gue gara-gara membintangi film pendek waktu itu, apa karena gue terlihat istri-able, gue juga nggak tau. Padahal sampai sekarang gue juga belum menemukan pasangan alias masih jomblo. Darimana itu prediksi kalau gue bakal cepat nikah hahaha OH MUNGKIN GUE BAKAL NIKAH SAMA CHANYEOL. KARENA BELAKANGAN MACARIN DIA MULU. Nah kan kumat ulat bulunya...

Bicara soal nikah, gue adalah tipe orang yang 'nggak mau nikah kalau masih sering mikirin main daripada mikirin tumpukan cucian di kosan'. Menurut gue, hal sederhana bisa kok jadi alat ukur apakah lo sudah siap nikah apa belum. Ketika udah nikah kan bakal banyak yang diurusin. Satu, ngurus suami. Ini bakal bercabang ke hal lain lagi: bangunin dia tidur, bikinin sarapan, siapin pakaian kerja doi, cuciin bajunya doi dll. Ketika lo masih sering bangun siang, lupa sarapan, nggak gosok baju lo sendiri, males nyuci, mending siapin mental dulu deh buat nikah. Ngurus diri sendiri aja belum becus, gimana ngurus anak orang yang ngasih makan lo. Iya kan? Iya.

Nah, meski gue nggak mau nolak jodoh, tapi bukan berarti gue mau nikah segitu lulus S1. Aduh, masih terlalu muda...gue masih doyan fangirling. Gue masih suka heboh sendiri liat cowok ganteng pas jalan-jalan di mal, masih sering nggak peduli sama diri sendiri, masih suka main, teriak-teriak dangdutan di tempat karaoke, dan ngelakuin hal-hal konyol lainnya. Intinya, belum siap aja gitu kalau harus nikah di usia hmm, taruhlah 22 tahun. Gue cuma boros muka aja tapi jiwa sih masih kayak anak SMA.

Tapi, di satu sisi gue percaya bahwa semua itu bisa dipelajari seiring berjalannya waktu. Teman SMA gue banyak kok yang keliatan 'wild and free' waktu zaman sekolah tapi begitu lulus langsung nikah dan hidupnya terlihat 'lurus' gitu. Maksudnya suaminya terurus, pas udah punya anak juga anaknya dirawat dengan baik. Ibaratnya, mereka didewasakan oleh waktu. Nikah kan tanggung jawab ya, bukan cuma tanggung jawab sama komitmen tapi juga tanggung jawab untuk mengabdi kepada pasangan.

Kadang gue suka gedek kalo liat orang yang udah kebelet banget mau nikah, karena pengen 'melakukan hal-hal romantis dengan suami'. Iya gue sih nggak bohongin diri ya, gue juga pengen lah melakukan hal-hal romantis dengan suami kayak duduk di atas atap sambil ngeliatin bintang-bintang, minum teh berdua di teras, belanja bareng, liburan berdua dll. Semua cewek pasti punya bayangan soal itu. Tapi nikah kan nggak cuma urusin hal-hal romantis. 

Ketika nikah lo bakal dihadapkan dengan hal-hal mengerikan seperti ibu mertua yang galak uang, pembagian tugas, belum lagi kalau kalian punya anak, cara ngedidik anak itu, dll dll yang nggak ada habisnya. Belum lagi kalau kalian berdua sama-sama kerja, terus nanti ternyata uang lo lebih banyak daripada uang doi, terus doi marah karena lo terlihat-bekerja-terlalu-keras-padahal-itu-tanggung-jawab-dia. Waduh puyeng deh. Belum lagi misalnya kalian harus kredit rumah, mobil, mau bikin usaha, buka tabungan, bikin asuransi pendidikan buat anak, WAAAAAH semuanya butuh kesiapan. Belum lagi kewajiban mencintai satu sama lain #EAAAAA

Bakal jadi masalah besar kalau dari awal lo adalah tipe cewek independen yang mau semuanya dikerjain sendiri--punya penghasilan sendiri, apa-apa dilakukan sendiri. Hmm, menurut gue pola pikir seperti ini harus dikikis sedikit demi sedikit ketika lo memasuki usia-rawan-menikah. Cowok kan nggak suka kalau 'diabaikan'. Diabaikan disini adalah, apa yang mereka lakukan lo anggap sebelah mata. Misalnya, dia mau ngasih uang gaji ke lo tapi lo merasa nggak butuh-butuh banget karena lo punya penghasilan sendiri. Nah, ini bisa jadi sumber pertengkaran.

Apalagi dengan pola pikir seperti itu ternyata lo punya suami yang tipenya adalah 'istri gue ya harus fokus ngurus rumah tangga, urusan cari nafkah itu tanggung jawab gue'. Meanwhile lo selalu berusaha untuk membuktikan ke diri lo sendiri bahwa lo mampu berprestasi dan mencapai apapun yang lo mau. WAAAAH KASUS. 

Menurut pengamatan gue, cewek-cewek perantau yang tinggal di ibukota punya kecenderungan seperti ini. Ini pengamatan gue semata sih secara objektif ya, artinya dari luar aja gitu. Nggak ngerti kenapa, gue sendiri pun selama 3 tahun tinggal di Jakarta, pola pikir gue jadi lebih individualis. Apa-apa serba dilakuin sendiri. Dulu gue sukanya kemana-mana itu rame-rame (waktu SMA hobi banget konvoi pake motor yang bikin sebel pengendara lain itu--aduh zaman jahiliyah banget), tapi sekarang gue kurang suka pergi rame-rame. Gue juga punya hobi aneh, suka kelayapan SENDIRIAN. Pantesan jomblo, hih. Dan banyak lho yang kayak begini di sekitar gue.

Trus, kehidupan sebagai mahasiswa juga menuntut lo untuk lebih 'keras' pada diri lo sendiri kalo nggak mau dilibas sama temen lo sendiri. Jiwa kompetitif lo jadi berkembang dan terus berkembang. Dan ini yang gue takutkan. Gue takut semua ini kebawa hingga berkeluarga nanti--menganggap teman hidupmu juga kompetitor. Aduh ini masalah banget. Namanya teman hidup kan adalah teman bersama menuju kebahagiaan, bukan 'yang penting gue bahagia, lo bahagia apa enggak bukan urusan gue'. 

Ujung dari ulasan ini adalah, menikahlah ketika sudah siap. Ketika sudah bisa menyeimbangkan tujuan pribadi dengan tujuan bersama. Ketika sudah lebih peduli kepada kehidupan orang yang bersedia menghabiskan sisa hidupnya dengan kita. Ketika sudah siap menyambut kehadiran orang lain yang sama sekali bukan berasal dari keluarga kita. 

Karena menikah bukan cuma urusan mencintai. Ada komitmen yang harus terus terikat. Ada tujuan yang ingin dicapai bersama. Ada tanggung jawab untuk menjaga dan merawat satu sama lain. Ada tanggung jawab dunia dan akhirat yang harus dipenuhi. 

Menikah muda bukan dosa, tapi pastikan pola pikir kita tidak terlalu muda dan labil ketika memutuskan untuk menikah. 

Nah, sebelum nikah, mending cari jodohnya dulu yang bener.

Annyeong!

ps: maaf kalau isinya nggak mutu. Namanya juga 'sampah dini hari' :)))

15.5.14

Krisis Kris, Kisah Miris di Hari Kamis

Gue sebenernya bingung mau memulai dari mana. Tapi dari tadi siang, setelah membuka timeline Twitter yang sudah 2 hari nggak disentuh, tangan gue udah gatel pengen keluarin semua uneg-uneg tentang rumor yang menghiasi timeline twitter gue hari ini. Ya, apalagi kalo bukan rumor terpanas hari ini, KRIS YANG KELUAR DARI EXO.
Kris, si ganteng dari Exoplanet.

Gue baru aja suka sama Kris (I don't easily fall in love with Korean guys unless he has a special talent. Not just handsome face, but talent, and MANNER). Gue baru tau kalau Kris jago banget ngerap, bahkan Chanyeol bisa dibilang kalah deh dari Kris. Trus yang bikin makin jatuh hati adalah, Kris ini ternyata family man yang bahkan suka nangis kalau ingat ibunya. Iya, dengan wajah segahar dan se-cool itu ternyata dia sensitif juga (bahkan nangis pas nonton Miracle in Cell No.7).

Yaudah mari kita lanjut ke inti dari postingan ini. Postingan ini akan berisi beberapa curhatan dan analisis gue terhadap rumor yang muncul saat ini.

*tarik nafas* *usap air mata*

DISCLAIMER: postingan ini murni uneg-uneg gue semata yang udah bikin kepala penuh. Jadi, jika ada pernyataan yang kurang enak di hati para pembaca sekalian, mohon maaf. Buat yang kurang kuat iman, mendingan baca sampai sini aja jangan diterusin (cc: fans EXO). Dan postingan ini bakalan jadi postingan terpanjang gue sepanjang gue pernah menulis (kecuali nulis jawaban ujian), sehingga bersiaplah untuk scrolling.

1. Who is Kris?

Kris adalah member dari grup boyband Korea, EXO yang berada di bawah bendera SM Entertainment. Kris juga menjabat sebagai leader dari sub-grup EXO yaitu EXO-M. Kris bukan orang Korea, dia adalah Chinese yang besar di Kanada. Keluarganya pun banyak menghabiskan waktu di Kanada, begitu juga Kris sebelum dia menjadi trainee di SM Entertainment sejak 2007.
EXO-M. Di saat kaya gini, foto begini bisa bikin lo nangis guling-guling. Trust me.
Posisi Kris di EXO-M khususnya adalah main rapper. Kalau pertama kali melihat dia, mungkin kita langsung memberi cap ke dia sebagai face of the group karena wajahnya yang ganteng banget. Sayang, wajahnya kurang sebanding dengan bakatnya yang menurut gue terlalu biasa, kecuali skill rap dia.

Saat di EXO's Showtime, yang gue nilai adalah Kris seperti kurang bisa membaur dengan member lainnya. Kris ini kayak punya dunia sendiri yang nggak bisa dimengerti oleh member lain. Gue sadar di acara-acara begitu pasti udah disetir biar terlihat bagus dan diterima khalayak dan menaikkan rating dll, and they did it well. Tapi, mungkin karena gue belajar ilmu komunikasi, jadi dari nonverbal Kris itu kelihatan kalo dia kurang nyaman dengan member lain. Contohnya, ketika mereka pergi ke pantai di episode 5, saat datang, dia sibuk foto-foto dan wajahnya menunjukkan ekspresi 'ngapain sih dingin-dingin main ke pantai'.

Bahkan ada jokes bahwa Kris ini cuma bule Kanada yang nyasar ke sekumpulan cowok yang hobi pakai make-up. Yang ini sih bikin ngakak, hahaha.

2. Kris keluar dari EXO?

Di saat mereka sedang sibuk-sibuknya promo album terbaru mereka, Overdose, tiba-tiba di hari kamis yang indah ini muncul kabar bahwa Kris mengajukan gugatan ke pengadilan tinggi Seoul yang intinya adalah pemutusan kontrak dengan SM Entertainment. Dia juga nge-hire pengacara yang dulu juga menangani kasus Hangeng yang keluar dari Super Junior. 

Gue lagi ada di basecamp E-Youth UB saat ngebaca berita ini. Gue yang harusnya bantuin anak-anak bikin dekorasi langsung tenggelam di dunia twitter dan nge-backtrack semua pemberitaan dari fanacc-fanacc yang gue follow

Reaksi pertama gue adalah mengerutkan kening. Antara nggak percaya dan percaya. Trus beberapa detik setelah itu gue langsung sedih. Fix sedih banget.

Gue langsung nulis macem-macem di Twitter. Gue nggak bisa ngomel apa-apa karena di basecamp (lagi) nggak ada teman sesama fans EXO yang bisa diajak sharing. Bahkan teman yang suka K-Pop pun nggak ada. Tapi karena nggak kuat, gue ngomong ke kepala divisi gue kalau gue sedih dan gue langsung berguling (enggak berguling sih, menelungkupkan muka di lantai doang) karena nggak tahan, sedih banget. 

Setelah itu gue mingkem sampai akhirnya ketemu salah satu teman sesama panitia yang juga fans EXO. Dan kita hampir nangis bareng.

Gue juga langsung nge-line Tika (yang beberapa hari yang lalu baru gue 'racunin' dengan Overdose, and I successfully did it!): "KRIS KELUAR DARI EXO." Reaksi Tika awalnya nggak percaya, tapi kemudian gue suruh dia browsing.

Gue juga mention temen gue di Twitter dan saling mengekspresikan kesedihan masing-masing. Ini pertama kalinya sepanjang gue suka Korea (dan sepanjang 24 hari setelah suka EXO) gue sedih sesedih sedihnya sedih gara-gara suatu berita. 

Dari spekulasi fans dan beberapa orang yang memiliki 'pengalaman' dengan isu serupa yang terjadi di SM, katanya sih ada masalah antara SM dengan Kris. Ya, masalah yang sensitif, yaitu uang. Kabarnya, SM nggak pernah transparan soal pembagian royalti kepada Kris. Ada juga statement bahwa Kris hanya dijadikan objek oleh SM, artinya Kris (dan 11 member EXO lainnya) hanya dimanfaatkan demi kepentingan SM, sedangkan EXO tidak menerima hak mereka. Bahkan, katanya ke-12 member ini selalu mengalami kesulitan keuangan.

Benarkah? Hanya EXO dan SM yang tahu.
3. Apa maksud di balik berita ini?

Sekitar jam 5 sore setelah menenangkan diri dengan segelas bubble tea ukuran large, gue ngebuka website SM Entertainment dan beberapa portal berita online. Gue berharap bisa menemukan statement resmi dari SM tentang rumor ini, tapi hasilnya nihil.
Dari siang tadi nggak geser jadi trending topic worldwide. Bukti bahwa Kris dicintai seluruh fansnya di dunia.

Sebelumnya, SM sempat mengelak bahwa Kris sudah mengajukan gugatan. Staf SM bilang kalau nggak ada gugatan apa-apa, dan nggak ada masalah antara EXO dengan SM. Tapi nggak sampai sehari, SM bilang kalau memang ada gugatan yang dilayangkan Kris untuk memutus kontrak kerjanya dengan SM.

Tadi sore, Luhan, Chanyeol, Tao, Sehun juga, pada unfollow instagram Kris. Dahell, gue makin nggak ngerti. Gini loh, lo pada tinggal seatap pas di Korea. Lo udah ngejalanin hari-hari bareng sejak sebelum debut sampai sekarang jadi boyband sukses. Lo juga pada ngaku saling deket satu sama lain (err entah ini scripted apa enggak yang pasti selama ini kan terlihat dan dikatakan seperti itu). Tapi kenapa ketika ada member yang kena masalah, kalian bukannya saling support tapi kayak mau ngajak perang? 

Gue pun punya spekulasi sendiri tentang rumor ini. Pertama, bisa jadi ini hanya sensasi murahan yang dibuat SM atas persetujuan EXO (atau sebaliknya?). Ya gimana nggak murahan, kan mereka baru rilis album (baru seminggu loh tjoy SEMINGGU elah) dan mereka lagi sibuk promo, jadi ini dijadikan cara untuk meningkatkan penjualan. Ya, gue tau kok tanpa rumor begini pun albumnya pasti laku keras. Tapi ya namanya perusahaan gede, butuh duit gede juga kan... Nggak akan cukup deh kalo album laku cuma sejuta kopi.

Kedua, kalaupun memang iya, kenapa harus mengorbankan salah satu member buat cari sensasi? Kenapa harus Kris? Apakah our Laxy oppa sebodoh itu mau diperalat oleh SM? Apakah our Laxy oppa nggak mikir bahwa bakal ada orang-orang lugu kayak gue yang mikir "gila aja lagi asik-asik promo eh keluar dari grup. Capek ya bro? Kalo capek kenapa nggak dari kemaren pas sebelum mau comeback aja keluarnya? Kalo kaya gini kan nyusahin member lain!" Sorry, kalo ini sih seandainya gue adalah pacar Kris baru bakal bilang begini. Apakah Kris nggak mikirin nasib 11 rekannya tanpa dia? Apalagi posisi dia adalah leader? Dan dia (bisa jadi) adalah tulang punggung keluarganya? Lagi-lagi, hanya EXO dan SM yang tahu.

Ketiga, beberapa jam yang lalu Tao bikin postingan di Instagram dan Weibo yang intinya tuh seolah-olah menyalahkan Kris yang nggak mikir atas keputusannya buat keluar dari EXO. Tao juga bilang soal pengkhianatan yang gue asumsikan itu untuk Kris. Postingannya yang 1 dari Android, satunya dari iPhone. Timbul spekulasi di netizen bahwa ini yang posting pasti staf SM, bukan Tao sendiri. Gue rasa ini masuk akal. Dan menyambung dari spekulasi-spekulasi sebelumnya, ini artinya ada peluang bahwa SM memang lagi bikin sensasi doang. Sensasi yang bener-bener sampah. Kalau gue jadi PR SM, gue bakal bikin negosiasi sama Young Min supaya dia nggak ambil keputusan gegabah kaya gini. Ini bukan cara yang cantik untuk mendongkrak popularitas. Apalagi untuk perusahaan sebesar SM.

Keempat, ada indikasi bahwa dari dalam EXO sendiri udah 'rapuh'. Ingat nggak ketika di Sukira, Sehun bilang 'jangan berantem lagi. Aku ingin kita selamanya sama-sama'. As this youngest member said, ada indikasi bahwa sebenernya EXO udah nggak solid dari awal. Sering berantem. Sering beda pendapat. Keakraban dan kehangatan yang selama ini kita lihat itu cuma akal-akalan televisi dan SM sendiri buat ngebentuk image EXO sebagai seikat cowok-cowok lucu yang deket banget. Meski ini halal-halal aja sih dilakukan (namanya juga dunia hiburan) tapi sayang banget kalo EXO emang dibangun di atas ketidakcocokan antar member.

Enough said. I'm ruined. *nyusruk ke pelukan Kris* *tapi Kris udah pergi* *pindah ke Sehun* *oke ini freak abis*

4. Krisis Kris, dari kacamata mahasiswa public relations
Karena rumor ini, ada banyak pertanyaan yang muncul di benak gue. Dan ini adalah reaksi awal gue ketika mendengar kabar ini. Sebenernya ini lebih ke SM sih, bukan ke Kris secara pribadi. Jujur aja gue nggak nyalahin Kris sih. Entah kenapa gue berpihak sama dia dan melihat dia adalah korban. Oke, mungkin ini efek kebanyakan baca fanacc, dan kebawa suasana. Tapi kelihatannya, iya.

  1. Kenapa SM mengelak jika ternyata pada akhirnya Kris beneran melayangkan gugatan? Kenapa SM nggak memegang salah satu pilar PR yaitu 'tell the truth'? Kenapa SM harus bohong? Berdasarkan apa yang gue pelajari selama ini, seharusnya perusahaan memberikan pernyataan yang jujur (meski harus berhati-hati untuk tidak terjebak pada pernyataan sendiri). Seceroboh itukah SM menggunakan cara pengelakan, diminishing gesture seperti ini, dan reputasi mereka jadi taruhannya?
  2. Apakah SM nggak peka dengan tingkah netizen? SM bukan perusahaan yang baru nyemplung di industri hiburan Korea (dan dunia). Dan bukan rahasia lagi kalau tingkah para fans artis Korea itu kaya gimana. Mereka loyal, sangat loyal, sehingga apapun yang terjadi pada idola mereka, they will fight anything for it gitu. Jika fans-fans itu tau kabar kaya gini, udah deh, spekulasi bisa macem-macem. Which means ini bisa mengancam reputasi SM itu sendiri. Kalau SM nggak bisa memberikan pernyataan yang tepat, jangan salahkan fans (dan netizen) kalau nantinya bakal ada serangan balik dari netizen. Oke, meski netizen adalah dependent stakeholder (stakeholder yang nggak bisa gerak tanpa bergantung pada suatu badan dengan kekuatan tertentu) dari SM, tapi tetap aja, di zaman 3.0 begini, kekuatan masyarakat dunia maya nggak bisa dipungkiri. 
  3. Kenapa SM nggak mengeluarkan pernyataan resmi melalui press release/press conference ? Kenapa SM sangat lambat menanggapi rumor yang beredar? Orang-orang SM lagi liburan apa? Kenapa nggak ada media relations initiatives yang dibuat SM untuk meredam isu yang beredar (dan menenangkan fans yang patah hati seperti gue)? Meski mungkin nggak akan menghapus kenyataan bahwa banyak fans yang kecewa karena keputusan Kris dan SM, tapi paling tidak, fans nggak bikin spekulasi aneh soal Kris lagi. SM, kami butuh kepastian dari kalian atas rumor-rumor seperti ini.
  4. Apa SM nggak memikirkan saham mereka karena adanya krisis seperti ini? Beberapa jam yang lalu muncul kabar bahwa saham SM anjlok hingga hampir Rp60 miliar karena isu ini. Apakah SM berpikir "yaudah sih cuma 60 miliar. Gue suruh EXO kerja rodi lagi nggak nyampe seminggu juga bakal balik lagi duitnya."? 
  5. Gue penasaran, apakah sebelumnya ada pembicaraan antara Kris dan SM tentang ini? Maksudnya (kalau ini adalah smoldering crisis yang emang udah dari dulu ada bibitnya, dan sekarang sudah mencapai puncak), apakah Kris sudah pernah membicarakan tentang ketidaknyamanan dia di SM sebelumnya? Mungkin Kris pernah curhat ke manajernya gitu kalau dia capek, dia kangen keluarganya, dia tertekan, dia nggak mau didandanin, atau sebenernya dia lebih memilih jadi model/aktor dibandingkan musisi? Kalau iya, mungkin hengkangnya dia ini disebabkan oleh SM yang kekeuh menahan Kris di EXO. Tapi karena nggak sejalan, akhirnya Kris memutuskan keluar. Daripada menahan stres dan nggak sesuai passion, mending cari kerjaan lain. Ganteng gini, gampanglah cari kerjaan lain.
  6. Menurut analisis gue, EXO sebagai grup maknae (paling muda) di SM, terjebak dalam kapitalisasi SM. SM, punya banyak modal yang ditanamkan ke trainees mereka. Modal uang, mengembangkan bakat mereka, siapin debut mereka, biayain promosi, biayain bikin MV, biayain rekaman dll. Nah, untuk balikin modal itu, mereka akhirnya mempekerjakan artis mereka tanpa perikeartisan (oke ini common sense, tapi make sense). Mungkin, meskipun di-training cukup lama sebelum akhirnya debut, Kris kurang bisa 'akur' dengan kehidupannya sebagai artis. Bayangin aja capek. Jadi trainee aja capek, apalagi pas jadi artis. Nah, ternyata, honor yang di dapatkan Kris mungkin nggak sesuai dengan kerja kerasnya. Gini, Kris adalah rapper yang bagian-bagiannya di lagu mungkin cuma berapa detik doang. Tapi, dia harus ikutan capek kayak member lain. Capek dance, capek nampang di kamera, capek pemotretan dll. Bayarannya? Nggak lebih besar dari mereka yang main vocal (mungkin). Ya, bebannya memang beda, tapi mungkin Kris merasa ini nggak adil.
  7. Ada yang salah dari komunikasi antara SM dan EXO jika memang benar adanya seperti itu. Jika SM selalu transparan soal apapun kepada EXO, mungkin hal ini nggak akan terjadi. Oke mungkin nggak langsung antara SM dan EXO, minimal antara SM dan manajer EXO lah ya. Nggak ditemukan benang merah antara kemauan EXO dan SM. Kalau emang bener begini, tinggal nunggu waktu aja EXO bakal 'meretel'. Satu-satu keluar karena udah ada satu 'pioner' yang berani keluar dari grup. Udah ada satu yang berani bikin gebrakan dan ngikutin kata hati, nggak kerja di bawah tekanan yang nggak sesuai hati nurani. Ini kalo kasusnya memang nggak ada komunikasi yang baik antara SM dan EXO loh ya. Dan ini hanya analisis gue semata.
Belum lama gue baca postingan di twitter bahwa Kris resmi keluar dari EXO. Dan timeline twitter gue berubah jadi lautan air mata (lebay). Semua fandom yang gue follow pada kirim kiss&hug buat EXOstan. Dan gue sedih, makin sedih.

Terlepas dari spekulasi netizen, spekulasi gue, SM yang bungkam, EXO members yang pada 'memusuhi' Kris, gue respect apapun keputusan Kris. Dia pasti punya alasan yang baik kok di setiap tindakannya. Dia bukan anak kecil labil baru lulus SMP yang ambil keputusan nggak pakai mikir. Dia pasti udah pikirkan matang-matang apa yang bakal dia lakuin setelah ini. 
Akhir episode 12 EXO's Showtime. Backsong: Don't Go - EXO. Ketika nonton ini lagi, gue nangis. (cr as tagged)


Ya, setelah ini berarti nggak ada lagi 12, adanya hanya 11 member dengan nama EXO. Artinya, EXO-M kehilangan leader. EXO-M tinggal lima members. Semua variety EXO, album EXO selanjutnya, nggak akan ada Kris di dalamnya. Kris nggak akan tinggal di dorm EXO. Nggak ada lagi foto fantaken Kris keluar masuk SM building. Nggak ada lagi foto airport fashion Kris waktu lagi pergi bareng anak-anak EXO. 

Apapun itu, gue bakal tetap mencintai EXO (at least sampai gue bosan dan menemukan mainan baru). Gue bakal tetap kagum sama karya-karya EXO. Gue bakal tetap kagum sama tiap membernya yang punya keistimewaan masing-masing. Gue bakal tetap menjadi fans EXO (meski nggak pernah beli albumnya.)

For EXO fans all around Indonesia, saranghaja!!

cr: 091106.net

Kamis, 15 Mei 2014.

10.5.14

Curhatan Seorang Fangirl Karbitan

Halo! Lama banget nih ninggalin blog tercinta ini *sapuin debu*. Maaf ya kalau jarang update. Abisan (sok) sibuk sih. Maklum sekarang udah masuk tahun ketiga kuliah dimana tugasnya nggak berperikeanakkosan banget. Cari waktu buat duduk di depan laptop sambil nulis kayanya susah banget gitu.

Nah! Karena ini postingan pertama di tahun 2014, jadinya cuma pengen nulis yang ringan-ringan aja. Iya, emang lagi nggak ada ide buat ngefiksi sih. Nggak tau kenapa akhir-akhir ini kehilangan sense buat nulis fiksi. Hahaha.

Jadi ini tadi mau nulis apa ya? 

Oke, balik ke judul postingan gue kali ini. Mungkin sebagian besar dari lo lo pada tau kan apa itu fangirl. Iya, gue yang dulu suka nutup mata dan telinga kalo udah ngebahas apapun itu soal Korea, sekarang gue udah terjebak penjajahan-mode-baru ala negeri gingseng itu.

Semuanya bermula dari suatu hari di penghujung Oktober 2013 ketika gue duduk di deretan paling belakang kelas Produksi Media Audio dan Audio Visual. Gue adalah tipikal mahasiswa yang kalo duduk di belakang artinya gue nggak akan merhatiin kuliah sepanjang kelas berlangsung. Dan hari itu kayaknya emang udah jadi takdir gue bakalan jatuh cinta sama dunia per-K-pop-an deh.

Hari itu gue duduk di sebelah temen gue, sebut saja dia Princess. Si Princess ini lagi nonton sebuah drama Korea (mulai sini kita sebut saja Drakor ya), meski dia nggak lagi nontonin itu di kelas. Karena hari itu di kelas cuma ngebahas apa aja yang kita butuhin buat penilaian UAS, jadi kelasnya agak santai.Nah, karena kelasnya santai, banyak mahasiswa yang duduknya pindah-pindah ngedeketin kelompoknya masing-masing.

Nah, terus, temen gue yang satunya lagi nyamperin gue dan Princess. Trus mereka ngebahas drakor itu deh di depan gue. Nggak tau lagi kesambet setan apa, gue nanya dong karena (nggak sadar) kepo:

"Apa sih itu?"

"Drakor, judulnya The Heirs,"

"Bagus nggak?"

"Bagus. Tapi gue kesel nontonnya,"

Gue juga nggak ngerti sebenernya yang dimaksud kesel disini apa.

Karena gue penasaran, akhirnya si Princess puter deh itu drama di laptop dia. Kebetulan hari itu mereka abis download episode terbarunya.

Trus mereka langsung heboh gitu ketika dua pemeran utama prianya muncul. Gue sih pertama ngeliat drakornya langsung keinget Cinta Cenat Cenut. Abisan muka-muka oriental gitu dengan seragam SMA warna gelap. Nah, trus mereka ngebanding-bandingin kegantengan dari dua pemeran utama pria itu. Gue perhatikan dengan seksama. Sosok pemeran pria yang mereka bilang ganteng--hari berikutnya gue ketahui nama tokohnya adalah Choi Young Do--menurut gue nggak gitu ganteng. Yang ada mukanya aneh gitu (mungkin karena nggak oplas). Gue malah suka pemain satunya yang wajahnya lebih dewasa tapi enak banget dilihat--Kim Tan alias si ganteng dan jago akting Lee Min Ho.
Choi Young Do in Jeguk High School uniform. Diperankan oleh Kim Woo Bin. Dia nggak ganteng tapi keren juga sih, apalagi kalo lagi di catwalk.

Nah, gue minta deh itu 6 episode The Heirs. Dan besoknya gue tonton.

DAN GUE LANGSUNG JATUH CINTA.

Gila orang Korea pinter banget bikin tayangan sekelas sinetron tapi bisa bikin terpesona gitu. Mungkin karena pemain-pemainnya yang seger dan sinematografinya yang oke kali ya.

Oke, kejadian selanjutnya ketebak lah ya. Gue jadi orang terheboh saat gue nonton drama itu, dan tiap hari jumat gue bela-belain nggak langsung pulang ke kosan melainkan mampir sevel dulu buat download itu drama. Pokoknya gue sempet jadi 'sumber drama korea' karena gue rajin banget download sendiri. Dan gue pun akhirnya tergila-gila sama Lee Min Ho karena dia ganteng banget. Aktingnya keren parah. Giginya bagus. Matanya bikin melting. Ah...

Kim Tan, chaebol sengak yang jatuh cinta sama cewek miskin. Karakternya yang gentle dan rela korbanin apa aja buat cewek yang dia suka sukses bikin gue melting. Nggak cuma sama Kim Tan, tapi sama Lee Min Ho juga.

OKE, POSTINGAN SOAL DRAMA UDAH YA.

Awalnya gue cuma mengira 'ah gue suka drama doang nih nggak mungkin suka K-Pop. Kan aneh gitu musiknya'. TAPI ITU CUMA SEBENTAR PEMIRSA.

Gue lupa awalnya dari mana, tapi gue sempet demeeen banget sama f(x) dan SNSD. Iya gue suka girlband duluan dibanding boyband. Abisan kalo ngeliat girlband itu gue berasa kayak 'ya Tuhan kok mereka nyaris sempurna ya...kok cantik sih...kok gue nggak bisa kayak mereka sih...' intinya gue merasa seneng aja ngeliat mereka karena kayak meliat diri gue yang nggak bakal pernah kesampaian *apasih*. Gue suka banget sama musik mereka yang punya beat kenceng dan bikin semangat. Lalu, ketebak lah ya...gue mulai ngumpulin MV lagu-lagu hits mereka dan mp3 juga. 

Kemudian gue suka 2NE1 (gila ini girlband terkeren yang pernah gue tau!)...sempet suka Wondergirls juga... hingga akhirnya hati gue berlabuh ke salah satu boyband.

Boyband itu adalah.....2PM!!!!!

Tadinya mau posting foto mereka dengan perut kotak-kotak, tapi takut ditegur FPI jadi pake yang versi mangap-sok-ceria-tapi-Wooyoung-keliatan-maksa-banget. It's okey sih as long as Chansung keliatan outstanding.


Gue udah lama tau ada boyband namanya 2PM tapi nggak pernah kepo mereka ini siapa aja dan musiknya kaya gimana. Dan ternyata.............askdhsakfbkdfbkdsjf. Gue susah ngejelasinnya dengan kata-kata, yang pasti mereka nyanyinya bagus, dancenya kece, dan yang pasti GANTENG (well nggak semuanya sih).

Gue sampe ngopi 17GB video mulai dari MV, variety show, dan lain-lain yang ada 2PM-nya di salah satu temen gue. Ketika gue suka 2PM akhir maret lalu, gue mulai khawatir dengan nasib hardisk internal laptop gue. 'Gila sih ini gue harus korbanin film-film hollywood yang belum sempet ditonton demi dijejelin 2PM...'

Gue akhirnya suka heboh gitu dan mulai kepo-kepo 2PM. Kalo ketemu temen gue yang suka 2PM juga, nada suara gue pas bicara langsung naik 1000 oktaf (oke lebay) dan jadi heboh sendiri. 

Nggak usah ditanya udah berapa variety 2PM yang gue tonton. Kayanya semuanya udah (kecuali We Got Married edisi Nichkhun-Victoria yang banyak banget itu dan edisi Wooyoung-Seyoung yang entah kenapa udah nggak suka dari awal). Pokoknya sempat gitu tiada hari tanpa 2PM. Playlist di hp semuanya 2PM. Wallpaper laptop fotonya Nichkhun lagi ngedipin mata. Freak? Agak sih.

Nah, nggak ngerti kenapa akhirnya gue bosen juga sama 2PM. Mungkin karena nunggu comeback-nya lama dan berasa di PHP makanya gue tinggalin aja. Coba deh lo kalo suka sma orang, udah deket, udah ada tanda-tanda bakalan jadian, tapi ternyata dia ninggalin lo dan nggak pernah kontak lo lagi, bete kan? Gue sih bete. Jadinya mending cari yang lain. Ini ngomongin 2PM apa lagi curhat ya?

Kemudian, gue mendengar kabar kalau di Asian Dream Cup nanti bakalan ada boyband korea bernama EXO yang bakal tampil.

Ketika itu gue heboh pengen nonton karena Running Man bakalan datang. Trus temen gue ngomporin juga, 'ayo nonton Fau, ada EXO lho!'

Tanggapan gue dalam hati adalah, 'who the heck is EXO? Gue gak peduli, yang penting bisa liat Running Man.'

Tapi belakangan gue sangat menyesali tanggapan gue itu. Karena sekarang GUE TERGILA-GILA BANGET SAMA 12 COWOK KOREA-CHINA GANTENG BERBAKAT KECE KOCAK (dan semoga) JOMBLO SEMUA ITU. KYAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!

Mukanya mirip semua ya? Iya susah sih awalnya ngebedain. Apalagi Kris-Luhan-Sehun, itu emaknya ngidamnya pada sama kali ya jadi mukanya sama. Apa mereka satu ayah beda ibu? Makanya jadi mirip? Abaikan.
Sebenernya gue udah pernah denger juga soal EXO dan kebetulan temen gue banyak yang suka. Tapi nggak pernah sekepo sekarang. Dan hari itu di salah satu toko donat deket kampus saat gue lagi nungguin temen-temen sekelompok ngerjain tugas UAS, gue buka Youtube dan search pake keyword 'EXO'. Yang pertama keluar adalah MV mereka yg Growl (versi one-take). Salah satu MV terkeren juga ter-fail yang pernah gue tonton. Keren karena dance-nya emang bagus, lagunya bagus, orangnya bagus. Fail karena ada beberapa keanehan di MV ini. Males sebutinnya, silakan klik blog-blog lain untuk tau apa yang fail :p


Pertama kali gue liat, gue nggak terlalu perhatiin muka mereka atau apa sih isi MV mereka. Yang gue simak cuma lagunya. Dan komentar gue adalah 'GILA INI LAGU KENAPA SUSAH LEPAS DARI KEPALA GUE? NEMPEL TERUS KAYAK NASI YANG KEINJEK.' Lagunya emang enak sih dan gampang diinget. Iya gue yang inget liriknya dengan persis sih cuma bagian 'na eureurong eureurong eureurong dae' doang. Tapi tetep aja, kece abis.

Trus kekepoan gue berlanjut dong. Gue buka wikipedia dan nyari tau soal EXO. Ternyata mereka masih 'kecil-kecil', bahkan member tertuanya kelahiran 1990. Dimana kalo di 2PM justru si maknae kelahiran 1990. Tapi apakah itu penting? Enggak sih. Nggak ada korelasi antara 2PM dan EXO. Mereka beda manajemen kan. Eh ada deng, mereka sama-sama berhasil memikat gue.

Setelah kekepoan itu, gue pun buka Youtube lagi dan ternyata ada MV Growl yang dance practice version! Secara gue habis terbuai sampai hafal gerakan dance Mr-Mr - SNSD gara-gara MV dance practice version mereka, alhasil gue download lah itu video.

Setelah download kelar, gue tonton dan gue kepincut salah satu member yang bermuka kaya mahasiswa kurang tidur dan pake kupluk. 
Nggak nemu gambar yang bagus. Iya pokoknya si ini lah ya yang paling depan. Kenalin, namanya Oh MyGodGantengBanget. Eh salah, namanya Oh Sehun.

Biar lebih jelas, ini dia kalo lagi ganteng.
My current laptop's and BB's wallpaper. Nggak ngerti lagi ini freaknya kaya apaan. Kadang malu sih kalo pas bawa laptop ke kampus trus temen-temen pada liat wallpaper gue dengan full face Sehun. Tapi gue suka gimana dong.

Oh Sehun edisi rambut celup.

MATANYA BIASA AJA YA DEK...

Si Sehun ini bisa dibilang lead dancer-nya EXO (emang iya). Nggak heran sih, dance-nya dia emang kece banget dan gerakannnya detiiiiil banget. Udah gitu mukanya kan cool-cool gimana gitu ya, yaudahlah jomblo kaya gue pasti bakalan adem hatinya kalo liat dia. Mana jago nge-rap lagi. Sehun, andai kamu lebih tua dari aku. Sayang kamu lebih muda. (trus kalo lebih tua kenapa Fau)

Oke berhenti ngomongin Sehun deh. Nanti postingannya bukan curhatan fangirl lagi tapi soal Sehun AHAHAHAHA

Nah, kalo ngomongin EXO, nggak lengkap kalo nggak omongin soal kualitas vokal mereka. Oke, gue tipikal fans yang suka sama penyanyi yang suaranya emang bagus dan berkualitas. EXO, meskipun nggak semuanya adalah vokalis utama, tapi vocal-line mereka emang bagus-bagus semua. Favorit gue sih si lucu Kyungsoo alias D.O. yang suaranya seksi abis. Mirip-mirip suara Vidi Aldiano atau Afgan sih, bedanya dia lebih krispi gitu. Ah susah jelasinnya. Yang pasti si D.O. kalo lagi nyanyi bahasa Inggris bagus banget. Pernah denger dia nyanyi Nothing On You-nya Bruno Mars di salah satu talkshow dan bikin eargasm.

Nah, member lain yang gue suka adalah Chanyeol. Alasannya simpel: dengan wajah imut, mata belo dan telinga ala Yoda, dia punya suara yang lebih berat dari beban hidup gue. Gila suaranya bikin nggak bisa tidur. Dia main rapper-nya EXO-K, dan suaranya itu loh aduh ahakhdiaukgdhsiakjfhbkjdahflidkf. Nggak tau mau komentar apa. Bagus banget.

Kalo dari segi wajah, kalo gue rank berdasarkan selera gue kaya gini kira-kira:
  1. Sehun. Dengan fitur wajah panjang dan proporsional gitu, bikin para fans noona suka sama dia. Matanya juga bagus, meski nggak besar tapi misteriu gitu. Mana kalo ketawa lucu. Bibirnya ituloh gak nahan...pengen gue tarik rasanya.
  2. Chanyeol.Well, Chanyeol emang tipikal pacar-able. Gimana enggak pacar-able, dia lucu, cakep, dan suaranya bikin nggak bisa berhenti telfonan kali ya. Oke kan ngomongin wajah ya ini. Gue sih suka mata sama bibirnya. Ah lagi-lagi bibir. Tapi emang suka gimana dong, nggak usah protes lah.
  3. D.O. Haha gue juga nggak ngerti kenapa suka sama ini cowok. Mungkin karena mukanya 'paling Indonesia' kali ya. Tipikal wajah kaya gini sih gampang ditemui di penjuru Jakarta. Sayang D.O. kurang tinggi. Coba kamu setinggi Chanyeol nak...
  4. Kris. Oke dia wajahnya sebenernya cuma ganteng kalo di foto. Kadang giginya keliatan nggak bagus apalagi kalo dia lagi ketawa lebar. Aneh gitu gusinya banyak. Tapi tetep aja matanya intimidatif banget. Seakan-akan kalo dia lagi bilang 'hey, lo suka sama gue ya? Ayo sini berani nggak deketin gue. Gue bakal bikin lo makin menggilai gue.' Syukurlah dia nggak berhasil bikin gue gila. No one did it better than Sehun.
  5. Suho. Suho ini ganteng aja. Tapi kurang mempesona, nggak kayak Sehun. Ini kenapa Sehun lagi sih, kan bukan postingan soal Sehun!! *Sewot sendiri*
  6. Sisanya ya gitu aja standar (hehe maaf ya)
Sisanya sebenrnya cakep dan manis juga tapi nggak ada yang menarik perhatian gue selain lima orang di atas. Tapi tetep aja ya namanya suka ya suka. Gue suka semua MV mereka. Suka banget sama dance-nya. Mungkin karena gue emang lagi hobi dance K-Pop ya jadi biased gini ahaha. Tapi emang bagus banget. Sejauh ini favorit gue adalah koreografinya Wolf sama History. Tapi gue nggak belajar itu sih, cuma Growl sama History doang karena lebih simpel (meski bikin ngos-ngosan juga karena yeah, ini kan koreografi buat cowok. Nggak kayak koreografinya SNSD yang gerakannya centil dan santai).

Kalo dipikir-pikir, sebagai fans karbitan yang masih labil nentuin fandom mana yang mau diikuti, postingan ini sotoy banget. Tapi kan di UUD 1945 ada bahasan soal kebebasan berekspresi ya makanya suka-suka gue lah ya mau posting apa. (tapi tetep berdoa semoga blog ini nggak ditemukan oleh fans fanatik EXO yang ngebiasin selain nama-nama yang gue sebut di atas)

Inti dari postingan ini adalah sebenernya cuma ekspresi gue tentang kesukaan gue terhadap K-Pop belakangan ini hahaha. Sebenernya gue pengen posting tentang keheranan (?) gue terhadap fans para idol group ini. Gimana nggak bikin heran, tingkah mereka bener-bener bikin geleng-geleng nggak percaya. Contohnya ya gue ini (meskipun gue belum bisa dibilang fanatik. Ah jangan deh jangan fanatik, nanti gue lupa akan kewajiban gue untuk menjadi pemuda harapan bangsa). Oke nanti deh bikin postingannya ya. 

Ohiya satu point yang pengen gue sampaikan adalah, ternyata hal-hal kaya gini bisa dijadikan pelarian saat lo ngadepin hari-hari berat. Kaya sekarang dimana gue bisa menghabiskan waktu hingga 16 jam perhari DI KAMPUS DOANG, maka ketika balik kosan sambil makan malem, liat MV mereka aja capeknya hilang. And those MVs (especially EXO), succeed to put a wide smile on my face everyday. Nggak tau kenapa jadi moodbooster aja.

Jadi, bagi yang nggak suka K-Pop, jangan pernah cemooh mereka ya. Siapa tau kalian malah kepincut kaya gue dan akhirnya ketika lo karaokean sama temen lo jadi nyanyiin K-Pop mulu. Oke ini curhat lagi. Udahan ah nanti nggak abis-abis postingannya. Annyeong! ^^

1.12.13

Sesal


Dira melirik jam yang digantung di dinding kamarnya. Sudah jam 8 pagi. Dira menguap dan mematikan drama Korea yang ia tonton dari laptopnya sejak tadi malam. Ia mengambil cermin kecil di meja laptopnya, dan melihat matanya yang bengkak.
“Duh Dira... Kalau nonton jangan bawa perasaan dong. Sudah berapa kali nangis nih dalam semalem,” gumamnya sambil memandangi wajahnya di cermin itu.
Ia kemudian beranjak dan berjalan menuju pintu kamarnya. Ia membuka pintu dan ternyata di depan kamarnya sudah berdiri Mbak Inah dengan sebuah paket di tangannya.
“Eh, neng Dira... Baru aja saya mau ngetuk pintu. Ini, ada kiriman,” ujarnya seraya menyerahkan paket itu pada Dira.
“Dari siapa, Mbak?” tanya Dira.
“Eh... Dari teman neng Dira yang ganteng itu... Mas Hanung. Dia tadi pagi kesini, pagi banget, Neng. Tapi dia nggak mau masuk ke dalam rumah karena dia tahu Neng Dira pasti belum bangun,” jawab Mbak Inah.
Hanung? Tumben, batin Dira. Dira pun mengangguk dan menerima paket itu. Ia kemudian kembali masuk ke kamarnya dan membuka paket itu. Ia bertanya-tanya apa sebenarnya yang dikirimkan Hanung. Dibilang buku, terlalu tipis. Baju, mana mungkin. Sebelum membuka paket itu, ia mengecek telepon genggamnya, mencoba mencari tahu apakah Hanung memberi kabar tentang paket itu. Tetapi, hasilnya nihil.
Dira pun membuka paket itu dengan tidak sabar. Di dalamnya, ada bungkusan ungu dengan hiasan pita emas diluarnya. Perasaan Dira langsung tidak enak. Ia kemudian melepas ikatan pita itu dan  membuka bungkusan ungu itu.
“Hanung pasti bercanda nih. Mana mungkin sih? Kenapa dia nggak cerita sama sekali ke gue...” batin Dira.

**

Untuk Hanung, sahabat rekatku yang paling kusayangi, 
            
Ketika kau membaca surat ini, mungkin aku sedang duduk di bangku taman di pinggir jalan yang sudah mulai tertutup salju. Ya, musim dingin telah tiba dan seperti yang kau tahu, ini pertama kalinya aku merasakan musim dingin. Sekali lagi aku berterima kasih atas mantel panjang berwarna merah yang kau berikan padaku sebagai hadiah ulang tahunku tiga tahun yang lalu. Akhirnya, aku memakai mantel itu, meskipun saat aku menerimanya dahulu, aku mencibirmu karena aku tahu aku tidak akan pernah memakai mantel konyol itu di Jakarta yang panas.
Tapi sekarang, aku tahu bahwa mantel itu akan benar-benar menghangatkanku di sini. Terimakasih, ya.
Maafkan aku yang memintamu untuk membaca surat ini tiga hari setelah aku menitipkannya pada teman baikmu. Aku percaya bahwa ia juga pasti akan memberikan ini tiga hari setelah aku menitipkannya. Maafkan aku yang tiba-tiba menghilang dari radarmu. Aku berharap kau tidak mencariku.
Maafkan aku atas segalanya. Atas pertanyaan yang sudah empat tahun terakhir kupendam. Atas segala kerisauan yang tak pernah terungkapkan. Atas semua rasa yang kurasakan sendiri. Atas segala pahit yang kutelan sendiri. Atas segala sakit yang berusaha kuobati sendiri. Maafkan aku yang menyembunyikan satu rahasia itu darimu, Hanung.
Terimakasih karena kau sudah menjadi laki-laki paling baik yang pernah kukenal selama aku duduk di bangku kuliah. Terimakasih karena kau sudah menjadi satu-satunya teman yang setia menemaniku menghadapi semua rintangan yang menghalangiku. Menjadi satu-satunya teman yang tetap ada ketika aku menghadapi titik terendah dalam hidupku. Dan menjadi teman yang mau diajak berpesta di dini hari ketika aku berhasil menyelesaikan skripsiku.
Aku tahu aku menanam benih yang salah. Aku tahu aku merawatnya dengan pupuk terbaik sehingga ia tumbuh subur dan berbunga indah. Namun, seminggu yang lalu, aku memutuskan untuk mencabutnya dan mematikannya. Aku tidak ingin membiarkannya tumbuh besar dan berbunga lebih banyak lagi, lalu kemudian mati oleh waktu.
Aku tahu aku salah, karena aku mencintai orang yang salah. Aku seharusnya tidak jatuh cinta kepadamu. Aku seharusnya tahu siapa diriku dan siapa dirimu. Sekali lagi, ini bukan salahmu. Ini salahku. Aku yang memulai dan melibatkanmu dalam permainanku yang mematikan. Aku yang mengajakmu berjalan di atas api dan kemudian membuatmu hangus oleh keadaan.
Tapi, kini kau boleh berbahagia. Aku sudah pergi jauh sekali dan kuharap kau tidak akan pernah mencariku. Kini, aku sudah melepasmu. Kau boleh pergi kemanapun sesukamu dan kau tidak harus kutarik dahulu menuju mobilku untuk mengikutiku kemanapun aku pergi. Kini, aku sudah membebaskanmu.
Hanung yang baik hati,
Cinta yang kumiliki memang terlalu naïf dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan aku tidak berani mengungkapkannya padamu. Aku hanya berani mengungkapkannya melalui surat ini. Maaf, ya. Kurasa memang ini waktu yang tepat untuk memberitahukannya padamu. Tapi, tenang saja. Aku tidak akan menaruh harapan apa-apa. Aku hanya ingin kau mengetahuinya.
Bahwa sejak pertama kali kita bertemu di hari pertama OSPEK waktu itu, aku sudah jatuh hati padamu. Dan aku merasa beruntung sekali bisa bersahabat denganmu dan banyak menghabiskan waktu denganmu, meski di saat yang sama aku merasakan pahit karena tak bisa memilikimu seutuhnya.
Itu saja, Hanung.
Ohiya, sebelum lupa. Selamat menempuh hidup baru dan selamat berbahagia. Semoga kau bisa semakin dewasa dan bertanggung jawab. Cepat mendapat momongan, ya! Aku tidak sabar mendengar bahwa kau akan segera menimang bayi dan menjadi Ayah :). Maaf aku tidak bisa hadir di hari bahagiamu. 
Aku pasti merindukanmu. Jika aku bisa kembali ke Jakarta, aku berjanji akan mengabarimu. Jangan pernah berganti nomor telepon dan e-mail, ya.
 
Salam hangat,

Dira Novilia

Hanung terduduk di ujung tempat tidurnya setelah membaca surat itu. Air mata perlahan turun menjatuhi pipinya. Ia membaca surat itu berkali-kali, kemudian ia mencubiti lengan dan pipinya, berharap itu hanyalah mimpi. Ia bertanya-tanya dimana gerangan gadis itu berada. Dari tulisan Dira, ia menebak bahwa Dira kini sudah tidak ada di Indonesia.
Air matanya semakin deras ketika ia gagal menghubungi Dira. Bahkan ia tidak bisa menghubungi ayah maupun ibu Dira. Kini, ia benar-benar kehilangan kontak dengan Dira. Ia sangat berharap bahwa Dira segera memberi kabar padanya melalui telepon agar ia bisa mengetahui dimana Dira berada sekarang.
Hanung menarik napas panjang, mencoba mengendalikan emosinya. Ia masih tidak percaya bahwa Dira pergi begitu saja tanpa memberi kabar padanya. Ia melihat ke setelan beskap putih yang akan ia pakai saat acara akad nikah 2 jam lagi. Ingin rasanya ia membatalkan pernikahan itu untuk mencari Dira. Tapi, mana bisa? Ia memegangi kepalanya dan berusaha menahan air mata yang terus mendesak keluar. Ia merasakan ada yang menyayat dadanya pagi ini dan merontokkan seluruh persendiannya.
Hanung segera menelepon Adit, orang yang menyerahkan surat itu pada Hanung semalam. Ia yakin bahwa satu-satunya orang yang dapat ditanyai tentang kemana Dira pergi adalah laki-laki itu.
“Adit! Coba beritahu gue dimana Dira sekarang!” seru Hanung seketika setelah teleponnya diterima oleh Adit.
Adit hanya diam di seberang telepon.
“Jawab, Dit!” seru Hanung.
“Hanung... Dira nggak mau lo cari dia lagi,” jawab Adit.
“BERITAHU GUE DIMANA DIRA SEKARANG!” bentak Hanung tanpa ampun. Ia keluar dari kamar menuju ruang tengah.
Adit menghela napas panjang. “Dira sayang sama lo, dan dia nggak mau menyakiti dirinya lebih dalam lagi dengan membiarkan lo tahu dia ada di mana. Lo sayang sama dia juga, kan? Bahkan sampai sekarang?” tanya Adit. “Kalau memang lo sayang sama dia, biarkan dia pergi. Lo juga sudah mendapatkan orang yang tepat buat menemani lo, kan? Beberapa jam lagi lo sudah menjadi seorang suami, apa lagi yang mau lo minta dari Dira?” cecar Adit. “Lagian, siapa suruh lo nggak mau cerita apapun tentang pernikahan lo ke Dira? Lo mau buat surprise? Lo nggak mikirin perasaan dia?”
“Kenapa lo jadi marahin gue? Gue kan nggak pernah tahu kalo dia juga suka sama gue!” pekik Hanung. Air mata kembali membasahi pipinya. “Dit... Gue mohon sama lo, beritahu gue dia ada di mana. Gue mau minta maaf. Gue sekarang nggak punya kontak dia sama sekali. Dit, lo tahu gue sayang sama dia dan lo tahu gue nggak pernah punya keberanian buat mengungkapkannya. Sekarang gue mau mengakui itu ke Dira. Tolong bantu gue,” pinta Hanung di sela-sela isak tangisnya.
“Maaf, Hanung. Gue nggak bisa bantu lo. Gue sudah terlanjur janji sama Dira bahwa gue nggak akan bantu lo buat mencari dia. Lo mau nyakitin dia dengan cara kayak gini? Sudah cukup Hanung. Cinta lo yang nggak terungkapkan itu sudah jadi pedang yang membunuh perasaan dia,” ujar Adit sebelum menutup teleponnya.
Hanung bersandar di sofa. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Air mata mengaliri sela-sela jarinya. Hatinya hancur dan ia merasa ada separuh jiwanya yang menghilang. Rasa sesal memenuhi kepala dan dadanya. Ia benar-benar berharap waktu mampu membawanya ke seminggu yang lalu, saat ia mengantarkan surat undangan itu ke rumah Dira. Seharusnya ia tetap berusaha untuk menemui Dira setelah itu, di tengah-tengah kesibukannya mengurus pernikahannya. Setidaknya, ia bisa melihat Dira untuk terakhir kali, dan mengungkapkan perasaan yang selama ini ia sembunyikan atas nama persahabatan.

FIN
Jakarta, 1 Desember 2013

4.10.13

The Wedding

Gadis mematut-matut dirinya di depan cermin. Ia merapikan sasakan rambutnya dengan ujung jarinya, mencoba memasukkan anak rambut yang rupanya tidak terkena semprotan hairspray. Ia kemudian menarik-narik ujung kebayanya yang berawarna gading. Memastikan ia sudah tampil sempurna hari ini.

"Ndhuk, ayo berangkat. Sebentar lagi resepsinya mulai," ujar Ibu, melongok di sela-sela tirai yang menutupi pintu kamar Gadis.

Gadis segera mengenakan sepatu kitten heels berwarna keemasan dan bertabur swarovski yang khusus dirancang untuk dikenakan di hari resepsi pernikahannya. Setelah memakai sepatu, sekali lagi Gadis mematut dirinya di depan cermin, memastikan tidak ada sedikitpun kekurangan dalam penampilannya kali ini.

"Wis cah ayu... Udah cantik kok," goda Lik Yuni saat memergoki Gadis yang masih sibuk memandangi bayangannya di cermin.

Gadis tersenyum kecil dan keluar kamar. Di halaman, ayah dan ibunya sudah bersiap menuju taman di mana resepsi pernikahannya dengan Angga dilakukan.

Di tempat resepsi, Angga sudah bersiap dengan menggunakan beskap berwarna gading. Senyumnya mengembang saat melihat wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu berjalan melintasi meja-meja prasmanan menuju pelaminan. 

"Kamu cantik, Dis," puji Angga sebelum mengecup kening istrinya itu. Mereka kemudian duduk di kursi berwarna putih, dengan hiasan bunga-bunga mawar putih segar yang menjadi 'atap' bagi pelaminan mereka.  Tamu-tamu sudah mulai berdatangan, dan mereka terlihat terkesima dengan dekorasi taman yang sangat romantis namun tetap sederhana.

Ini adalah pernikahan impian Gadis. Garden party, dengan dekorasi serba putih, dan mawar putih di hampir semua sudut di tempat resepsi. Di sisi kanan dan kiri pelaminan, di atas pelaminan, di pojok meja prasmanan, di manapun. Di kursi undangan pun, terdapat hiasan semacam korsase mawar putih mungil di sandaran kursi. Dan hari ini, semua yang Gadis inginkan terwujud. Apalagi dengan Angga di sebelahnya. Gadis merasa menjadi perempuan paling bahagia di muka bumi.

Lagu Born To Love You mengalun merdu dari suara wedding singer di sisi kiri taman. Lagu ini memang lagu yang diinginkan Angga untuk dimainkan saat hari pernikahan mereka.

Tik...tik...tik....

Tiba-tiba saja gerimis turun rintik-rintik. Tentu saja semua ini membuat panik semua orang. Tidak hanya para kru wedding organizer, tetapi juga keluarga kedua mempelai, tamu undangan, serta mempelai sendiri. Semuanya berusaha mencari tempat berteduh karena hujan mulai deras. 

 "Udah, disini aja, Sayang," ujar Angga hangat. Tangannya menggenggam tangan Gadis, seakan tak ingin melepasnya. Dan hujan semakin deras...hingga Gadis bisa merasakan tubuhnya sudah basah kuyup, bahkan sebelum ia beranjak dari kursi pelaminan dan mencari tempat berteduh.

***

"Bangun! Anak perawan kok bangunnya siang melulu! Bangun! Mandi sana!" Byurrr... Ibu pun menyiram Gadis yang masih melungker di atas tempat tidurnya.

Gadis membuka matanya. Ia berada di kamar tidurnya. Di sisi kasurnya ada ibu yang berdiri dengan wajah geram, tangan kanannya menenteng ember yang sudah kosong.

Tidak ada pernikahan, tidak ada mawar putih, tidak ada tamu undangan. 

Dan yang lebih menyakitkan, tidak ada Angga.

FIN

031013