23.6.13

Journal #13: After Project CommCreation--We Got Toblerone!

Jumat, 22 Juni 2013 lalu, panitia CommCreation, event paling cetar membahana se-ilmu komunikasi Universitas Bakrie, mengadakan 'After Project CommCreation'. Jadi acara ini sebenarnya adalah pembubaran panitia, sekaligus pemberian apresiasi kepada panitia acara yang sudah bekerja keras selama hampir 6 bulan untuk mempersiapkan CommCreation.

After Project CommCreation dikemas seperti acara-acara malam penganugerahan gitu. Ada karpet merah, lampu-lampu sorot, dan kartu award buat setiap panitia yang dipanggil. Meskipun nggak smua panitia hadir di acara itu, tapi acaranya tetap seru

Satu per satu divisi dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan. Setiap divisi menerima penghargaan yang berbeda-beda, mulai dari cokelat Silver Queen sampai voucher ngopi-ngopi di Starbucks. Semua penghargaan dibuat setara dengan usaha yang dilakukan tiap divisi itu.

Malam itu, divisi gue, humas, menerima penghargaan berupa tiga buah cokelat Toblerone. Nama award-nya pun 'Toblerone', hahaha. Cokelat itu akhirnya habis di malam itu juga setelah dibagi-bagi ke teman-teman sesama panitia.

Terlepas dari acaranya yang simpel tapi bikin kami merasa 'dihargai', acara ini juga bikin terharu. Gue jadi ingat waktu cari-cari media partner dan meng-update Twitter dan Facebook CommCreation. Meskipun kadang mangkir dari tugas karena harus ngerjain tugas kuliah atau karena alasan simpel seperti 'males', 'lupa', 'nggak ada internet' dan sebagainya, bekerja dengan panitia CommCreation merupakan pengalaman yang nggak pernah terlupakan bagi gue. Bekerja dengan orang-orang hebat yang mau bekerja keras dan mengorbankan waktunya merupakan kesempatan yang berharga bagi gue pribadi. Apalagi dengan kesuksesan CommCreation yang menjadi 'bahan omongan' sampai beberapa hari setelah acara karena kami berhasil mengundang Payung Teduh.

Oh dear committees, I love and adore you so much :)

15.6.13

Journal #12: Field Trip to Bursa Efek Indonesia!

Jumat lalu mahasiswa PR Universitas Bakrie melakukan field trip ke Bursa Efek Indonesia. Lho, kok anak komunikasi kunjungannya ke bursa efek? Jangan salah, kami mahasiswa PR juga belajar tentang pasar modal. Terutama yang berkaitan sama hubungan investor.

Field trip itu gue jadiin salah satu 'pelarian' dari segala himpitan tugas yang makin menyiksa. Gue anggap itu sebagai acara 'jalan-jalan' yang dapat bonus ilmu.

Oh iya, di hari yang sama gue juga pada akhirnya dapat almamater dari kampus setelah menunggu sekitar 2 tahun. Udah gitu almamaternya kegedean lagi, huft. Tapi nggak apa-apa lah, yang penting punya, hehehe.

Kembali lagi ke cerita field trip, gue excited banget waktu sampai di IDX Tower, tempat kantor BEI. Gue kagum sama moodlight di dalamnya yang ganti-ganti warna, kadang ungu, biru, merah. Aduh gue udik banget, tapi ya namanya juga baru pertama kali liat yang begitu, Biasanya moodlight kan adanya di dalam kabin pesawat, hehehe.

Field trip diawali dengan nonton film tentang sejarah pasar modal Indonesia. Meskipun agak boring karena visual filmnya kurang menarik, tapi semua itu diimbangi dengan informasinya yang kaya. Setelah itu ada sesi presentasi dan tanya jawab, dimana kita bisa tanya-tanya langsung mengenai pasar modal. Dari penjelasan-penjelasan waktu field trip waktu itu, gue akhirnya tahu kalo menanam saham itu lebih menguntungkan daripada menabung di bank. Gak enaknya adalah kita nggak bisa ambil uang kita sesuka hati seperti kita mengambil tabungan di ATM.

Setelah itu kita diajak ke galeri sejarah BEI. Nah, disini gue lebih tercengang lagi melihat alat-alat multimedia yang canggih. Yang buat gue tercengang itu sebenarnya adalah, ternyata di Indonesia ada ya alat-alat seperti itu. Somehow gue bangga sama Indonesia, hahaha.

Setelah puas gali ilmu sebanyak-banyaknya dan foto-foto, kita pun kembali lagi ke kampus. Dan gue sedih waktu field trip itu berakhir. Karena itu artinya gue harus kembali menghadapi tugas-tugas yang banyaknya naudzubillah itu. Tapi nggak apa-apa deh, sebentar lagi UAS, dan habis UAS libur panjang. Itu artinya sebentar lagi gue pulang kampung! Yes!

9.6.13

Journal #11: Kotabaru is ON FIRE!

Kotabaru is on fire. Literally. 


Senin 3 Juni kemarin, Kotabaru kembali 'memperbaharui' kotanya. Ya, hampir seperti semacam tradisi, menjelang atau sesudah hari jadi Kabupaten Kotabaru, selalu saja ada insiden kebakaran yang menimpa kota ini.

Dan kali ini, kebakaran terjadi lagi. Dan kejadiannya tepat di sebelah rumah gue! D'oh!

Pagi itu, gue lagi siap-siap buat ke kampus ketika ngecek recent update di BlackBerry Messenger. Gue agak kaget karena ada beberapa status yang bilang 'Kotabaru kebakaran lagi'. Gue scroll lagi ke bawah, dan ternyata udah banyak teman gue yang pasang profile picture gambar bangunan yang kebakar. Gue kepo dong, dan setelah gue perbesar gambar itu...gue mikir. Ini kayak kenal bangunan apa. Wait...WHAT?! Ini kan kantor Dinas Kesehatan! Dan kantor ini TEPAT di sebelah rumah gue!

My home is right on the left side of this building. You can imagine how panic I was when I looked at this picture.
Dengan tangan gemetaran gue langsung ambil handphone dan menelpon ibu gue. Gak lama, ibu gue angkat teleponnya dengan suara gemetar.
"Mbak...dinkes kebakaran mbak..."

Deg! gue langsung ikutan panik dan gue cuma bisa menyarankan ibu gue supaya tenang. Dia sempat cerita kalo barang-barang di rumah udah dikeluarin semua, dan banyak yang bantuin ibu gue buat keluarin barang-barangnya. Dan dia juga sempat cerita kalo BlackBerry punya adek gue hilang. Tapi yowes lah, yang penting ibu dan adik-adik gue selamat!

Setelah itu gue beneran stuck dan ga ngapa-ngapain selain melihat ke gambar itu melulu. Persendian gue rasanya rontok ga bersisa, lemes banget rasanya. Mana gue belum sarapan, jadi tambah gemeter. Tapi gue coba istighfar buat tenangin diri. Gue percaya kalo kebakarannya ga bakal menyebar sampai ke rumah gue.

Akhirnya gue telepon nyokap gue lagi sekitar setengah jam kemudian, dan ibu gue bilang apinya udah padam. Rumah di sekitar kantor itu lagi disiram, supaya kalo apinya nyala lagi, rumahnya udah aman. Ibu gue juga cerita kalo rumah udah kayak oven, panas banget. Gue agak lega begitu ibu bilang sebagian barang udah dimasukin ke rumah.

Sampai di kampus, gue smsan lagi sama ibu. Ibu cerita kalo bapak sudah di rumah, Bapak langsung terbang dari Banjarmasin ketika tau sebelah rumah kebakaran.

Semoga ini kejadian pertama dan terakhir deh di keluarga gue. Gue bisa bayangin paniknya ibu gue ketika tau sebelah rumah hangus kebakar begitu, dalam kondisi cuma ada ibu dan dua adik gue di rumah. Sekarang adik-adik gue pun trauma, melihat awan mendung aja dikira ada kebakaran. But I believe that time heals. Lama-lama trauma itu juga bakalan hilang dengan sendirinya.

Dan harapan gue adalah, semoga nama 'Kotabaru' itu bukan kutukan seperti apa yang orang bilang. Bahwa Kotabaru akan terus memperbaharui dirinya. Kata Shakespeare, "apalah arti sebuah nama?" 

2.6.13

Journal #10: Best Daddy EVER

Sepertinya dari pekan ke pekan, hari-hari gue berjalan dengan biasa aja. Bangun tidur, siap-siap kuliah, berangkat kuliah, pulang malam, istirahat, tidur, bangun lagi, ngerjain tugas, kuliah, gitu-gitu melulu rutinitasnya. Mungkin teman-teman yang lain juga punya rutinitas yang sama. Jadi agak kentang aja kalo misalnya disini gue cuma ceritain kegiatan gue. Mending gue ceritain keluarga gue aja. 

Jurnal sebelumnya udah menceritakan tentang adik kedua gue, Rio. Di jurnal kali ini, gue mau ceritain tentang bapak deh.

Sekarang bapak sedang dinas di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banjarmasin, setelah sebelumnya bertugas di Batulicin. Baru satu minggu bapak ditugaskan di sana, dan sepertinya gak ada kendala karena sebelumnya dia sudah berdinas disana sejak tahun 1991-2001. Sekarang bapak tinggal di kost-kostan tempat dia tinggal waktu awal bertugas di Banjarmasin. Jadi, mutasi bapak dari Batulicin ke Banjarmasin itu semacam perjalanan kembali ke masa muda gitu, hahaha

Selasa kemarin ibu nelepon gue dan cerita kalo sebenarnya staf dari Batulicin yang dipindah ke Banjarmasin adalah staf-staf terbaik. Usut punya usut, bapak dipindahkan ke Banjarmasin karena prestasi beliau sebagai salah satu juru sita terbaik di Batulicin. Iya, juru sita. Dulu, tugas bapak adalah mengumpulkan data mengenai wajib pajak yang 'bandel', dan mengirimkan surat peringatan ke mereka. Kalau surat peringatan tidak digubris, maka bapak bertugas untuk memblokir harta wajib pajak bandel itu. Kalau sampai tidak mempan juga, maka bapak akan mendatangi kediaman mereka dan menyita aset yang mereka punya. Kedengarannya menyeramkan dan berat ya? 

Meamang berat. Bapak pernah sampai harus berhadapan dengan bodyguard salah satu juragan batu bara di Kalimantan yang mangkir melulu dari pajak. Bapak juga pernah diteror oleh orang gak dikenal lewat telepon, bahkan lewat SMS yang menyatakan kalau peneror itu akan mencelakai keluarga Bapak. Apalagi waktu bapak bertugas di Batulicin, gue, adek-adek, dan Ibu tinggal di Kotabaru. Jadilah peneror itu tau kalo Bapak jarang ada di rumah dan berusaha mencelakai keluarga kami. Pernah juga beberapa hari berturut-turut ada orang yang dengan sengaja mengetuk-ngetuk pintu dan jendela rumah kami waktu tengah malam. Semua kejadian cukup horor itu terjadi tiap kali bapak habis memblokir/menyita para wajib pajak itu. Tapi alhamdulillah, sampai kini kami masih sehat selalu dan Bapak juga selalu berhasil menjalankan tugasnya tanpa disakiti. Mungkin karena Bapak memiliki kemampuan persuasi yang baik.

Terlepas dari pekerjaan Bapak, gue bangga banget sama beliau. Beliau itu orang yang sangat demokratis, saking demokratisnya, bapak nggak pernah melarang gue mlakukan apapun yang gue mau. Bapak juga sosok kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab serta protektif. Ya mungkin semua Bapak juga begitu, tapi tetap aja gue bangga hehehe. Apalagi beliau juga selalu berusaha mempertahankan integritasnya waktu bekerja. Dengan lingkungan kerja 'basah' seperti di KPP, alhamdulillah Bapak nggak pernah sekalipun makan uang yang bukan haknya. Kalau bapak sudah korupsi sana-sini mungkin keluarga gue sudah kaya raya cetar membahana deh. But that's not problem, hidup bersahaja dengan uang halal lebih makmur kok. Buktinya, badan gue bisa sebesar ini, hehehe...

Now all I can say is I miss him. Too much that I'm crying when writing this. He's my first love, I'm proud of him because of his integrity. Dan integritas beliau itu yang juga berusaha gue pegang sampai kini, sampai nanti...

Fauziah Listyo Ayunani: 10 tahun dari sekarang

Siapakah Fauziah Listyo Ayunani 10 tahun dari hari ini?

10 tahun dari sekarang, Fauziah Listyo Ayunani adalah:
  • seorang praktisi public relations di PT. Arutmin Indonesia
  • seorang pengusaha peternakan lele di Kotabaru
  • seorang warga Kotabaru yang sudah berhasil memberdayakan warganya yang pengangguran
  • seorang pemilik sebidang tanah di Kotabaru yang dibawahnya terdapat batubara kualitas A
  • seorang anak yang sudah berhasil menghajikan kedua orang tuanya
  • seorang istri dari laki-laki yang dia cintai
  • seorang ibu dari dua orang anak
  • seorang penulis yang sudah menerbitkan novelnya yang ditulis dengan kedua sahabatnya 
  • seorang penulis yang sudah berhasil mengangkat novel itu ke dalam sebuah film
  • seorang istri dan ibu yang pandai memasak dan bisa mengimbangi karier dan keluarga
  • seorang pemilik rumah kost yang penghasilannya puluhan juta per bulan
  • seorang hamba yang semakin taat ibadahnya
  • seorang Fauziah Listyo Ayunani yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga terus menerus mengejar mimpinya