Siapa aku dibandingkan dengan teman-temanmu? Teman-teman yang selalu ada untukmu dikala kau senang. Iya, hanya di kala kau senang. Temanmu saat tertawa bersama dan bersenang-senang saja.
Siapa aku dibandingkan perempuan-perempuan itu? Mereka memiliki wajah cantik dengan tubuh semampai yang sangat menarik. Ya, hanya raga mereka. Nyatanya, mereka tidak memilihmu, bukan?
Kau tahu?
Akhir-akhir ini aku merasa kita semakin jauh. Tidak ada senyum yang dilemparkan, tidak ada sapa yang terucap. Tidak ada obrolan panjang di tengah malam, meskipun hanya melalui pesan singkat. Tidak ada keluhmu yang selalu siap kudengar, tidak ada candamu yang selalu bisa membuatku tertawa.
Mungkin aku salah. Aku yang mendorongmu untuk tidak selalu lari kepadaku jika kau memiliki masalah. Tetapi semua untuk kebaikanmu. Aku tidak ingin kau tumbuh menjadi laki-laki yang manja. Aku ingin kau hidup di atas kakimu sendiri.
Aku akan selalu ada untuk mendengarkanmu, tetapi aku tidak bisa menjanjikan solusi atas semua masalahmu. Aku memiliki kehidupanku sendiri. Aku memiliki masalahku sendiri. Hidupku tidak hanya untuk dirimu...
Aku terima kenyataan bahwa saat kau senang, kau tidak pernah mengingatku. Saat kau akan pergi, kau tidak pernah mengajakku. Ya, kau hanya ingat dengan mereka, teman-temanmu. Tetapi lihat aku. Aku selalu ada ketika kau membutuhkanku. Aku selalu ada ketika kau sedang dibelit oleh masalah yang tak kunjung usai. Aku tidak pernah mempermasalahkan itu sebelumnya, tetapi kini aku menyadari satu hal. Bahwa...
Aku pelarianmu belaka.
Awalnya aku tahan, namun lama-lama aku bosan. Aku lelah dengan semua kepura-puraan yang aku sembunyikan sejak satu tahun belakangan. Aku lelah berpura-pura menjadi sahabat yang baik sementara hatiku menginginkan lebih. Aku lelah memberi perhatian padamu namun tidak kau sadari. Aku lelah mempedulikan dirimu namun kau tidak pernah mempedulikanku. Namun aku tidak bisa keluar dari semua ini! Pesonamu menjeratku semakin erat, kau membawa hatiku semakin jauh dan jauh tanpa bisa kurebut kembali. Kau membuatku jatuh namun kau enggan menarikku untuk bangkit...
Siapa aku dibandingkan teman-temanmu? Aku sahabatmu. Aku mencintaimu, meski kau tidak pernah tahu. Aku selalu ada dikala kau membutuhkanmu, tak peduli selelah apapun dan seberat apa hatiku.
Siapa aku dibandingkan perempuan-perempuan itu? Yang pasti aku mencintaimu. Aku pun memilihmu. Aku biarkan hatiku kau rebut dan kau bawa lari tanpa bisa aku peroleh kembali. Aku biarkan aku jatuh meski tak kau tarik kembali.
Dan yang pasti, dibandingkan mereka semua, aku akan selalu membuka pintu itu...untuk menerimamu, bagaimanapun keadaanmu.
*ditulis sebagai ide awal dari sebuah pengerjaan proyek dengan dua blogger lainnya*