30.1.13

Secangkir Kopi

Aku bisa menjadi secangkir kopi bagimu
Hitam pekat namun manis. Temanmu dikala kau harus berkutat dengan tugas-tugasmu di malam hari. Temanmu dikala penat. Temanmu dikala kau ingin terlepas dari jeratan kehidupan yang terkadang jahat.

Aku bisa menjadi secangkir kopi bagimu
Menyapamu di pagi hari dengan aromanya yang menggoda. Menyulut semangatmu untuk menjalani hari-harimu. Menjadi hal pertama yang engkau cari ketika kau bangun dari tidurmu.

Namun jangan jadikan aku seperti kopi yang lain
Yang hanya menjadi selingan di hari-harimu. Yang kau cari ketika rasa kantuk menyergapmu. Yang terkadang kau hindari demi kesehatanmu.

Tetapi yang aku dengar, kau tidak meminum kopi.
Lalu, apakah kau akan mencariku? Menjadikanku teman di harimu? Atau kau menghindariku? Ataukah...karena kau tidak meminum kopi, kau tidak akan menjadikanku selingan belaka?


#inspirasisore

27.1.13

Turning Point

Ini adalah titik balik dari semuanya. 

Dan akhirnya apa yang aku takutkan terjadi. Apa yang selama ini hanya kudengar dari orang lain, kini benar-benar aku ketahui. Secara langsung darimu. 

Tapi aku tetap berusaha mendukungmu, semua untuk kebaikanmu. Aku senang mengetahui kau sudah menemukan orang yang kau mau. 

Ah, tapi akupun tak yakin. Apakah itu perasaan senang ataukah aku yang hanya berpura-pura dan memakai topeng untuk menutupi kesedihanku?

25.1.13


No matter how much you get hurt, how much your heart broken then fixed then broken again, how much your tears wasted for stupid things, how much you fall and rise again for catching someone... Love is always succeed to make it better. There is always a reason to believe that love is a greatest cure for every suffer :)

A man will climb the highest mountain
Fly to the moon and come back home
But I can’t live Without Your Love

I stand up high in the pouring rain
Have flashing thunder on my head
But I still won’t live Without Your Love

Everybody can laugh at my face
Till their jaws touched the ground
I will be counting the days till I can run to you
Rainfall will through and my work here is done
And I’ll come home to you

A man swim the deepest ocean
Some will sail around the world
But I can’t live Without Your Love

I’ll stand alone on a cemetery
Search the world of the undead
But I still won’t live Without Your Love

I give a little more
I walk a little further
Fly a little higher
To get to you

W.Y.L. - Adhitia Sofyan

24.1.13

24 Januari 2013

Entah sudah berapa kali aku duduk di sini. Sendirian, bersamamu, atau bersama sahabat-sahabatku.  Namun yang aku pikirkan setiap aku duduk di sini selalu sama. 

Selalu dirimu. Tepatnya perasaanku padamu. Perasaanku yang tidak pernah berubah. Selalu sama manisnya, selalu sama pekatnya. Perasaan yang terlalu dalam, hingga membuatku hanyut dan tak bisa kembali ke permukaan...

-F.L.A-

19.1.13

Siapa Aku?

Siapa aku dibandingkan dengan teman-temanmu? Teman-teman yang selalu ada untukmu dikala kau senang. Iya, hanya di kala kau senang. Temanmu saat tertawa bersama dan bersenang-senang saja.

Siapa aku dibandingkan perempuan-perempuan itu? Mereka memiliki wajah cantik dengan tubuh semampai yang sangat menarik. Ya, hanya raga mereka. Nyatanya, mereka tidak memilihmu, bukan?

Kau tahu?
Akhir-akhir ini aku merasa kita semakin jauh. Tidak ada senyum yang dilemparkan, tidak ada sapa yang terucap. Tidak ada obrolan panjang di tengah malam, meskipun hanya melalui pesan singkat. Tidak ada keluhmu yang selalu siap kudengar, tidak ada candamu yang selalu bisa membuatku tertawa.

Mungkin aku salah. Aku yang  mendorongmu untuk tidak selalu lari kepadaku jika kau memiliki masalah. Tetapi semua untuk kebaikanmu. Aku tidak ingin kau tumbuh menjadi laki-laki yang manja. Aku ingin kau hidup di atas kakimu sendiri. 

Aku akan selalu ada untuk mendengarkanmu, tetapi aku tidak bisa menjanjikan solusi atas semua masalahmu. Aku memiliki kehidupanku sendiri. Aku memiliki masalahku sendiri. Hidupku tidak hanya untuk dirimu...

Aku terima kenyataan bahwa saat kau senang, kau tidak pernah mengingatku. Saat kau akan pergi, kau tidak pernah mengajakku. Ya, kau hanya ingat dengan mereka, teman-temanmu. Tetapi lihat aku. Aku selalu ada ketika kau membutuhkanku. Aku selalu ada ketika kau sedang dibelit oleh masalah yang tak kunjung usai. Aku tidak pernah mempermasalahkan itu sebelumnya, tetapi kini aku menyadari satu hal. Bahwa...

Aku pelarianmu belaka.

Awalnya aku tahan, namun lama-lama aku bosan. Aku lelah dengan semua kepura-puraan yang aku sembunyikan sejak satu tahun belakangan. Aku lelah berpura-pura menjadi sahabat yang baik sementara hatiku menginginkan lebih. Aku lelah memberi perhatian padamu namun tidak kau sadari. Aku lelah mempedulikan dirimu namun kau tidak pernah mempedulikanku. Namun aku tidak bisa keluar dari semua ini! Pesonamu menjeratku semakin erat, kau membawa hatiku semakin jauh dan jauh tanpa bisa kurebut kembali. Kau membuatku jatuh namun kau enggan menarikku untuk bangkit...

Siapa aku dibandingkan teman-temanmu? Aku sahabatmu. Aku mencintaimu, meski kau tidak pernah tahu. Aku selalu ada dikala kau membutuhkanmu, tak peduli selelah apapun dan seberat apa hatiku. 

Siapa aku dibandingkan perempuan-perempuan itu? Yang pasti aku mencintaimu. Aku pun memilihmu. Aku biarkan hatiku kau rebut dan kau bawa lari tanpa bisa aku peroleh kembali. Aku biarkan aku jatuh meski tak kau tarik kembali.

Dan yang pasti, dibandingkan mereka semua, aku akan selalu membuka pintu itu...untuk menerimamu, bagaimanapun keadaanmu.

*ditulis sebagai ide awal dari sebuah pengerjaan proyek dengan dua blogger lainnya*

13.1.13

Age is (not) just a Number

Hai! Apa kabar? Gimana awal tahunnya? Semoga resolusi yang dibuat di awal tahun tetap dijaga ya...

Gue tiba-tiba inget kalo tinggal menghitung hari aja gue udah meninggalkan usia belasan dan masuk ke usia kepala 2. Yes, muka gue emang dewasa dan terlihat lima tahun lebih tua, tapi usia gue masih 19. Hampir masuk 20. Entah kenapa nyadar kalo mau masuk 20, gue merasa perlu memperingatkan diri sendiri bahwa gue bukan anak kecil lagi.

Gue anak pertama dari 4 bersaudara dan 7 tahun lagi bapak sudah mau pensiun. Jelas, gue yang akan diandalkan oleh keluarga gue untuk memimpin ketiga adek gue yang masih kecil-kecil. Dan sampai hari ini, gue merasa gue nggak pernah melakukan sesuatu yang berarti untuk memulai usaha gue dalam memimpin adek-adek gue. Baik secara materi maupun non materi.

Agak kaget aja gitu kalo lima tahun lagi usia gue sudah 25 dan artinya gue harus segera mencari orang yang bakal duduk di pelaminan bersama gue nanti. Hm, nggak cuma masalah jodoh, gue juga mikir kalo sebentar lagi gue harus terjun ke dunia kerja demi menghidupi diri. Gue nggak bisa lagi hidup bergantung dari orang tua gue. Gue harus bener-bener independen. 

Dan gue merasa gue belum siap untuk itu semua.

Orang bilang 'age is just a number'. Bagi gue nggak begitu. Usia itu menunjukkan siapa kita dan seberapa dewasa kita. Kalo orang tau umur lo berapa dan ternyata lo belum menghasilkan apa-apa di umur lo yang sudah segitu, apa kata dunia? Emang sih 'f*ck what other say' tapi emangnya lo tahan dinyinyirin banyak orang karena lo belum dapat kerja di umur 26, misalnya? Naudzubillahimindzalik.

Gue juga baru menyadari kalo gue sudah semakin tua ketika salah satu temen gue curhat ke gue. Dan gue ngasi wejangan ke dia kalo dia itu cowo dan sudah gede. Intinya gue ngasi tau dia supaya dia lebih berani aja dalam hidup. Ya, dan gue jadi mikir, gue sama dia seumuran, berarti saran gue ke dia itu harusnya gue aplikasikan ke gue juga dong? 

Gue merasa gue perlu keluar dari zona nyaman yang selama ini gue nikmatin banget. Gue nyadar usia gue terus bertambah dan karenanya jatah hidup gue juga berkurang. Gue harus bisa menorehkan sesuatu di hidup gue. Yang berguna, tentunya. Gue nggak bisa berdiam diri doang. Dan ya, gue harus bisa ngebuktiin kalo apa yang gue lakuin, setara dengan angka di usia gue. Semoga...

2.1.13

Sudahkah Anda Mencintai Diri Sendiri?

Sebenernya gue lagi ngerjain tugas MPS yang sebenarnya tidak terlalu sulit tapi entah kenapa jadi lebih sulit karena banyak banget distraksi yang mengganggu gue *fiuh*. Tapi seperti biasa gue kan multitasking, jadi selain jendela word yang kebuka, ada juga jendela browser yang entah mengapa lebih menarik.

Cuma mau share sesuatu aja sih. Pada 31 Desember kemarin, gue bikin nambahin bucket list gue. Salah satu isinya adalah 'lebih mencintai diri sendiri'. Loh, emang selama ini gue nggak cinta diri sendiri? Cinta sih, tapi...