Jangan tertipu judul.
Mungkin selama ini saya kurang sedekah, kurang berbuat baik, kurang bersyukur. Dan pastinya, kurang menjaga barang-barang yang saya miliki, hingga akhirnya dua benda penting di kehidupan anak kost dan mahasiswa milik saya rusak di waktu yang hampir bersamaan. Dan untuk memperbaikinya, saya harus rela separuh uang saku saya disunat.
Namun, ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari kejadian di minggu pertama bulan Maret ini. Yaitu :
- Saya harus lebih berhati-hati dalam menjaga dan merawat kepemilikan saya. Bagaimanapun juga itu adalah barang yang dibeli dengan uang orang tua saya. Saya tidak punya kuasa untuk merusaknya.
- Saya menjadi lebih tenang dan tidak panik ketika menghadapi situasi genting. Karena ayah saya memberi tahu bahwa ketika kita panik, kita tidak bisa berpikir jernih, sehingga kita hanya merutuki masalah, bukan mencari jalan keluarnya.
- Saya menjadi lebih irit karena uang jajan saya harus dipangkas demi memperbaiki LCD laptop.
Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini memang takdir, tapi takdir bisa kita ubah jika kita mau.
No comments:
Post a Comment