Beberapa hari yang lalu gue sms-an sama ibu. Biasa, ngomongin hal-hal sepele sih, dari nanyain tugas kuliah sampai harga cabe rawit merah. Dan akhirnya pembicaraan gue sama beliau sampai ngebahas masalah insomnia yang diderita ibu gue. Jadi beliau itu beberapa minggu terakhir ini susah tidur, katanya sih karena banyak pikiran.
Setelah gue tanya, ternyata salah satu sumber stres ibu gue adalah perubahan yang terjadi di adik kedua gue, Rio. Sudah 2 minggu terakhir Rio banyak mengalami perubahan, mulai dari dia yang sering ngelamun sampai nilai di sekolahnya yang mulai merosot. Di sekolah dia juga suka menyendiri, nggak mau lagi main sama teman-teman dia.
Tentu saja hal ini jadi concern buat ibu. Usut punya usut, ternyata Rio bersikap seperti itu semenjak dia tau kalo bapak harus dimutasi.
Jadi ternyata Rio itu pengen banget tinggal di kota besar, dan dia selalu senang kalo diajak ke Banjarmasin tiap lebaran atau waktu harus antarin gue yang mau berangkat ke Jakarta. Dia bosan tinggal di Kotabaru yang itu-itu aja dan nggak ada tempat hiburan. Dia juga kayanya mikir karena dia bakalan jauh dari bapak. Tapi ya, itu semua hanya dugaan ibu gue.
Karena masalah terbesarnya adalah, Rio nggak pernah bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan. Kalau dia lagi kesel atau marah, dia nggak pernah bisa ngungkapin. Seringnya dia diam atau tau-tau nangis. Kasihan dia :(
Padahal, Rio itu anaknya pinter banget. Di rumah, dia nggak pernah ngelepasin buku gambar karena dia hobi banget gambar. Buku bacaan favoritnya itu kalo nggak kamus bergambar ya komik Tintin. Dia juga hapal nama-nama benua, nama-nama samudra, dan juga tertarik banget sama dunia militer. Dia punya cita-cita jadi tentara di Rusia (nggak tau juga kenapa harus Rusia).
Dari cerita yang dibeberkan ibu, gue jadi kangen sama dia. Biasanya dia selalu menunggu gue pulang pas liburan, dan selama gue di rumah dia hanya mau gue yang antar dia ke sekolah. Dia juga suka minta dijajanin sama gue. Duh jadi kangen rumah gini kan :(
Gue cuma bisa berharap ibu bisa mengalihkan perhatian Rio ke arah yang lebih penting, nggak lagi mikirin bapak yang harus mutasi. Kasihan dia, soalnya sebentar lagi ujian kenaikan kelas. Kalo dia masih begini, takutnya berpengaruh ke prestasi dia di sekolah. Rio...jangan sedih lagi ya mas :")
No comments:
Post a Comment